Showing posts with label kuliner. Show all posts
Showing posts with label kuliner. Show all posts

Saturday, April 22, 2017

Manfaat Penting Sarapan

Sarapan Itu Vital |Foto: Indria Salim
Kala kita bergegas pergi bekerja, atau bersekolah, atau mulai melakukan aktivitas pagi – ingatlah selalu untuk menyempatkan sarapan. Lebih praktis dan ringan, lebih baik. Ringan tidak berarti miskin gizi. Praktis itu adalah bila persiapan memasak atau penyediaannya tidak menyita waktu dan konsentrasi.
Nasi Pecel, sederhana dan bergizi |Foto Indria Salim
Sebagai orang Indonesia, tampaknya kita beruntung punya banyak pilihan dan fleksibilitas menu pagi. Secangkir teh hangat, atau kopi panas dengan setangkup roti mentega isi telur dadar, atau dua butir telur rebus sudah memadai, rasanya. Atau, seporsi sedang nasi goreng ayam dan telur, dan segelas air putih dengan irisan lemon juga cocok. Atau kalau sempat, sepiring nasi pecel sayuran lengkap dengan lauk pilihan (tahu, tempe, telur) – nah, itu baru sebagian contoh sekilas. 
Nasi Capcay, Sayuran dan Protein |@Indria Salim
Yang ingin diet jantung sehat ala gaya modern, cukup membuat semangkuk bubur oatmeal, bisa dipadu dengan potongan pisang yang harum dan manis rasanya. Cocok juga.
Sarapan khas Indonesia: Nasi Goreng |@Indria Salim
Jadi mengapa sarapan itu perlu? Melupakan sarapan akan membuat kita bahkan lapar berlebihan, lalu tanpa sadar cenderung ngemil berlebihan, di waktu yang belum tentu tepat karena mungkin saat kita justru harus fokus pada pekerjaan. Siangnya masih juga makan dengan kalap, lha kan belum makan sejak pagi? Lha ngemil itu apa? Ngemil itu bukan makan, tapi mulut komat-kamit mengunyah cemilan, mana puas?
Keleman khas daerah untuk sarapan |@Indria Salim
Sarapan teratur, memberi energi penuh dan juga rasa tenang saat bekerja atau beraktivitas. Tentu ini akan memengaruhi kinerja kita, karena kita akan lebih fokus, bisa membuat keputusan yang tepat dalam berkarya, dan mencegah perut berkeriyut keras di saat dan tempat yang tidak diinginkan. Kebayang malu kan kalau di tengah rapat serius, tiba-tiba terdengar bunyi “kukuruyuk” dan semua menoleh ke arah kita?
Sarapan lemper, lontong, kue pisang |@Indria Salim
Yang utama dan terutama, doa pagi mengucap syukur dan mohon bimbingan kepada Yang Maha Bijaksana, dan sekeping harapan dan tekad melakukan hal terbaik yang kita bisa, dan ini modal memulai langkah pagi. Tentu hal ini berlaku untuk kita yang jadwalnya seperti burung pekicau, bukan burung hantu. Burung pekicau akan melek pagi hari, bernyanyi menyeruak hening pagi, dan mulai mencari makanan dari satu pohon ke pohon lainnya. Cuits cuits cuits …
Sudah dulu, ya. Yuk kita cap cus. |@IndriaSalim


*) Tulisan ini sebagai arsip artikel Penulis, yang sebelumnya diunggah di blog Kompasiana.
Selengkapnya di Sini

Sunday, March 16, 2014

Makanan, oh Makanan

Saya suka makanan tertentu. Saya suka kue-kue tertentu. Saya suka ngemil juga. Apalagi kalau penyajiannya menarik dan menggiurkan. Saya akan tergoda untuk mencicipi rasanya, dan bahkan menikmatinya sebanyak dan sesering yang saya inginkan.

Itu kalau seandainya saya bisa. Tentu saya bisa menghabiskan seporsi besar makanan kesukaan saya, setoples cemilan pengusir kantuk di saat kerja lembur, atau sekotak bolu pisang "penghibur diri" saat bosan menerpa.
Kadang saya bisa menghabiskan sepiring tempe atau tahu goreng hanya dengan satu alasan: saya ingin makan cabe yang pedas dan menggugah selera.

Untungnya "sebagian diri saya' sering mengingatkan diri sendiri, dengan kelembutan sebuah bisikan, "Ingatlah betapa susahnya berjalan dengan perut yang berat karena timbunan lemak. Ingatlah nasihat ahli kesehatan dan gizi, makan yang di luar takaran porsi yang ideal akan membuat tubuhmu menderita. Kesehatan lebih baik dijaga, alih-alih mengundang penyakit. Biaya ke dokter, atau biaya berobat sangatlah mahal."

Begitulah saya setiap kali mulai akan kalap. Kalap itu bisa bermacam-macam penyebabnya. Ah, kalap bikin engap dan megap-megap.

Baiklah, saya tunjukkan contoh makanan sederhana yang bisa bikin saya kalap. Cireng, risoles, nasi dengan lauk pauk lele goreng, tahu goreng, lalaban sayur segar: kol. selada, mentimun, dan kacang panjang, lengkap dengan sambal terasi goreng atau sambal-sambal lainnya.

Bagaimana dengan Anda?